Murray Gell-Mann sering disebut sebagai pengganti Albert Einstein. Anak bungsu seorang imigran Austria ini dijuluki The Man with Five Brains karena kegeniusannya dalam hampir semua bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan. Murray, yang dilahirkan di New York pada tanggal 15 September 1929, pernah mengkritik pemaparan teknik perhitungan matematika dalam sebuah textbook yang ditulis oleh Sylvanus P. Thompson pada saat ia masih berusia tujuh tahun. Saat ia masih berusia dua tahun, Murray kecil tiba-tiba mengucapkan kata-kata The Lights of Babylon pada waktu ia melihat lampu-lampu di jalanan kota New York. Pada hari ulang tahunnya yang ke-15, Murray memulai kuliahnya di Yale University dengan tujuan untuk mendalami arkeologi dan persoalan lingustik (bahasa). Ayahnya yang tidak setuju dengan pilihan Murray berusaha mengarahkannya untuk mengambil jurusan teknik. Ia berhasil meyakinkan Murray untuk mengambil jurusan fisika yang sebenarnya tidak diminatinya. Gell-Mann yang sebenarnya tidak memiliki bakat khusus di bidang fisika berhasil mendapatkan Nobel Prize for Physics pada tahun 1969 untuk kontribusinya dalam klasifikasi dan interaksi antara partikel-partikel elementer.. Ia dikenal akan sifat humorisnya dan kebiasaannya memberi nama-nama yang tidak biasa untuk berbagai penemuannya di bidang fisika, seperti eightfold way (dari filosofi Budha ‘eight attributes of right living’), strangeness quantum number (Francis Bacon: There is no excellent beauty that hath not some strangeness in the proportion) dan quarks (dalam bukunya The Quark and The Jaguar: Adventures in The Simple and The Complex). Ingin tahu profil beliau serta prestasi prestasinya? silahkan klik DOWNLOAD EBOOKNYA.