Saat pertama kali Hans Albrecht Bethe mendengar tentang proyek pembuatan bom atom, cowok yang satu ini  sama sekali tidak tertarik untuk bergabung dengan tim peneliti yang berusaha menciptakan bom tersebut. Namun Bethe, yang dilahirkan di Strasbourg, Alsace-Lorraine pada tanggal 2 Juli 1906, menyimpan keinginan besar untuk menyumbangkan sesuatu yang dapat membantu usaha melawan kekuasaan Nazi yang sedang merajalela ketika itu, khususnya setelah jatuhnya Perancis yang merupakan tanah kelahirannya. Hans Bethe, anak dari Prof. Albrecht Bethe, seorang ahli psikologi universitas, pernah kesal  atas  perlakuan Nazi saat Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada Januari 1933. Ketika itu Bethe yang berkedudukan sebagai Asisten Profesor di  Tubingen University diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya hanya karena ibunya adalah  keturunan Yahudi padahal ia menganggap dirinya bukan Yahudi. Kekesalan  terhadap tindakan sewenang-wenang Nazi ditambah dengan keinginan untuk menghentikan kekejaman Nazi dan kekuatiran  kalau Jerman lebih dulu membuat bom atom, membuatnya menerima undangan dari J. Robert Oppenheimer untuk bergabung dalam Manhattan Project, suatu proyek untuk mendesain bom atom di Berkeley (kemudian di Los Alamos). Bethe berangkat menuju Berkeley ditemani istrinya, Rose Ewald (putri dari P.P. Ewald, seorang ahli fisika sinar-X), yang dinikahinya pada  tahun 1939 dan memberinya dua orang anak, Henry George dan Monica.  Ingin tahu profil beliau serta prestasi prestasinya? silahkan klik DOWNLOAD EBOOKNYA.