Tahun 1957, untuk pertama kalinya Cina menempatkan warganya dalam jajaran penerima hadiah Nobel Fisika. Tidak hanya satu melainkan dua orang sekaligus. Salah satu dari mereka tercatat hingga saat ini sebagai orang Asia termuda yang menerima penghargaan prestisius itu, ia adalah Tsung Dao Lee.  Lee bergabung dengan Universitas Columbia tahun 1953 dan pada usia 29 telah menjadi profesor penuh termuda di sana. Meskipun terpisah institusi, kerjasamanya dengan Yang tetap dilanjutkan dengan kunjungan dan telepon. Pada tahun 1956 Lee dan Yang mengemukan bahwa  paritas  tidak kekal dalam proses elektrolemah (electroweak), artinya jika suatu sistem dicerminkan kiri menjadi kanan, atas menjadi bawah, depan menjadi belakang,  hasilnya adalah berupa suatu sistem baru yang berbeda dengan sistem semula. Setelah pembuktian secara eksperimen oleh fisikawan wanita Wu Chien Hsiung dari  universitas Columbia, hasil penelitian Lee dan Yang membuahkan nobel fisika untuk  mereka.   Seperti telah disebutkan sebelumnya, Lee masih berusia muda saat itu, baru 31 tahun, sehingga ia menjadi penerima nobel kedua termuda di dunia setelah Sir Lawrence Bragg. Ingin tahu profil beliau serta prestasi prestasinya? silahkan klik DOWNLOAD EBOOKNYA.